Saturday, May 14, 2016

PEROGRAMAN TERSTRUKTUR 


MODULAR (FUNGSI)



Pemrograman modular adalah teknik pemrograman yang dimana programn yang cukup besar di bagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil , sehingga programn nanti nya akan mudah untuk di pahami dan di gunakan kembali di dalam bahasa c++ modular biasa di kenal dengan nama fungsi (function).

Kelebihan modular :

1.Program lebih pendek
2.Mudah di baca dan di pahami
3.Mudah di dokumentasi
4.Mengurangi kesalahan dan mudah menanganinya
5.Kesalahan yang terjadi bersifat lokal

FUNGSI

Fungis adalah kelompok , perintah ,program yang di kelompokkan menjadi satu, letak nya terpisah dari program  yang menggunakan fungsi tersebut mempunyai sebutan dan tujuan tertentu.

Fungsi dalam bahasa pemrograman c++ dapat di sebut sebagai subrutin , (basicVB) atau procedure (pascal,Delphin).

Kelebihan Fungsi :             
  • .        Program menjadi lebih pendek , mudah di baca , dan di pahami.
  •   Program dapat di kerjakan denagn cepat dengan koordinasi yang mudah.
  •   Mudah dalam mencari kesalahan.
  •  Mempermudah Dokumentas 
Jenis Fungsi :
  1. Standart Library Function.
  2. Programer Defined Function.
Rancangan Pembuatan Fungsi

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam membuat fungsi :
  1.  Data yang di perlukan sebagai input
  2. Informasi apa yang  yang harus ada di dalam fungsi yang di buat oleh user
  3. Algoritma apa yang harus di gunakan untuk mengolah data menjadi informasi
Jenis Fungsi programer Defined Function di C++ :
  •   Void (tidak mengembalikan nilai)
  • Non Void (mengembalikan nilai)
Fungsi Void
  •  Tidak ada keyword return
  • Tidak ada tipe data di dalam deklarasi fungsi
  •  Menggunakan keyword void 

Contoh program void 

#include <iostream>
#include <conio.h>

using namespace std;
void luas ( int &lu ,int x ,int y)
{lu=x*y;}

main (){
               
                int s1,s2,hsl;
                cout<<"-------------\n";
                cout<<" Fungsi Void\n";
                cout<<"-------------\n";
                cout<<endl;
                cout<<"Nilai Sisi =";cin>>s1;
                cout<<"Nilai Sisi =";cin>>s2;
                luas(hsl,s1,s2);
                cout<<" \n Luasnya ="<<hsl;
                getch();
}


Fungsi Non Void
  •  Ada keyword return
  •  Ada tipe data yang mengawali deklarasi fungsi
  •  Tidak ada keyword void


Contoh program non void 

#include <iostream>
#include <conio.h>

using namespace std;
int luas(int x , int y)

{return (x*y);}

main (){
               
                int s1,s2;
                cout<<"----------------\n";
                cout<<" Fungsi Non Void\n";
                cout<<"----------------\n";
                cout<<endl;
                cout<<"Nilai Sisi =";cin>>s1;
                cout<<"Nilai Sisi =";cin>>s2;
                cout<<"\nLuas = "<<luas(s1,s2);
                getch();
}


KONSTANTA DAN OPERATOR 

  KONSTANTA 

konstanta berbeda dengan variabel , yang isinya berupa eksekusi program yang berlangsung , sedangkan isi dari konstanta tidak bisa berubah , konstanta merupakan nilai tetap yang pendeklarasian nya mirip variabel.

Deklarasi Konstanta

ada dua cara mendeklarasi konstanta :

1. deklarasi header dengan menggunakan #define
2. di dalam fungsi menggunaka const

Contoh pendeklarasian konstanta : 

#include <iostream>

using namespace std;

#define MAX 7
int main(){
int A[MAX]; 
for (int C=0; C<MAX; C++) {   
A[C] = C * 10; 
cout<<A[C]<<endl;  }  
return 0; } 

#include <iostream>
#include <conio.h> 
using namespace std;

#define phi 3.14 
#define r1 3 
#define r2 10.7 
#define kar 'Z' 
#define teks "Contoh deklarasi konstanta" 
#define x true 
main() {   
cout<<teks<<"\n";   
cout<<kar<<"\n";   
cout<<x<<"\n";   
cout<<phi<<"\n";   
cout<<r1<<"\n";   
cout<<r2<<"\n";   
getch();   
return 0; }  




Operator

1.Operator aritmatik terdiri dari : 

  • Penjumlahan (+)
  • Pengurangan (-)
  • Perkalian (*)
  • Pembagian (/)
  • Modulo (%)
2. Operator gabungan






     3. Operator logika 



     untuk mengatur angka desimal dapat di lakukan dengan cara berikut :
  •      Menggunakan instruksi setprecision.
  •      Menggunakan instruksi setiosflag.

d dan kedua instruksi di atas menggunakan header iomanip.h 

     contoh pengguaan setprecision :

   #include <iostream>
   #include <conio.h>
   #include <iomanip>

   using namespace std;
  
   main() {
   int a,b; float c;
   cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
   cout<<"Masukkan angka pertama (a)= ";cin>>a;
   cout<<"Masukkan angka kedua   (b)= ";cin>>b;
   c=float(a)/b;
   cout<<"\nHasil pembagian "<<setprecision(3)<<c; 
   getch();}


    contoh penggunaan setprecision dansetiosflag 
   
    #include <iostream>
    #include <conio.h>
    #include <iomanip>
   
    using namespace std; 
  
    main() {
    int a,b;  float c;
    cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
    cout<<"Masukkan angka pertama (a) = ";cin>>a;
    cout<<"Masukkan angka kedua   (b) = ";cin>>b;
    c=float(a)/b;
    cout<<"\nHasil pembagian  = "<<setiosflags(ios::fixed)<<setprecision(2)<<c;
    getch();}



   Referensi : 
   Modul pembelajaran web dosen 
   Pemrograman C++